Jakarta, 17 Februari 2026 — Mantan Duta Besar Rusia untuk Indonesia yang juga merangkap Duta Besar untuk Belarus, Moh. Wahid Supriyadi, menyampaikan apresiasi dan rasa senangnya atas undangan dari Ruang Upgrading Indonesia dalam forum International Youth Discussion.
Dalam pernyataannya, Prof. (Hon.) Drs. Moh. Wahid Supriyadi mengaku baru pertama kali mengenal Ruang Upgrading Indonesia sebagai lembaga runding kepemudaan. Meski demikian, ia menilai visi dan misi organisasi tersebut sangat relevan dan progresif karena berupaya mewadahi seluruh pemuda tanpa sekat latar belakang.
“Saya baru mengetahui keberadaan lembaga runding ini, namun saya sangat senang dengan visi dan misinya yang ingin mewadahi seluruh pemuda. Ini adalah ruang penting untuk menyiapkan masa depan bangsa,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa pemuda harus memiliki orientasi dampak dalam setiap peran dan kontribusinya. Menurutnya, suka atau tidak suka, dalam kurun waktu dua dekade ke depan, kepemimpinan bangsa akan berada di tangan generasi muda hari ini.
“Semua pemuda harus bisa berdampak. Dua puluh tahun lagi, kalianlah yang akan memimpin negeri ini. Karena itu, kesiapan intelektual, moral, dan kebangsaan harus dibangun sejak sekarang,” tegasnya.
Lebih lanjut, Prof. Wahid membagikan pengalamannya saat berdialog dengan warga asing yang mempertanyakan mengapa Indonesia masih tetap bersatu, sementara banyak negara lain mengalami perpecahan.
“Saya pernah ditanya oleh warga asing, mengapa Indonesia masih tetap bersatu, sedangkan di luar sana banyak negara yang terpecah. Jawaban saya sederhana: bahasa-lah yang menyatukan kita,” tuturnya.
Menurutnya, Bahasa Indonesia bukan sekadar alat komunikasi, melainkan fondasi persatuan nasional yang memungkinkan ratusan etnis, budaya, dan latar belakang dapat hidup dalam satu kesatuan bangsa. Bahasa menjadi kekuatan kultural yang menjaga integrasi nasional Indonesia hingga hari ini.
Ia berharap forum diskusi pemuda internasional seperti ini dapat terus dikembangkan sebagai ruang strategis untuk menanamkan kesadaran kebangsaan, kepemimpinan, serta tanggung jawab generasi muda dalam menjaga persatuan dan membangun masa depan Indonesia.

Komentar
Posting Komentar