Ketua Lembaga Ketahanan Pangan Runding Indonesia Apresiasi Workshop Pemuda Tani Indonesia dan BBPKH Cinagara sebagai Langkah Strategis Penguatan Ekosistem Peternakan Nasional
Tangganalar.web.id- Ketua Lembaga Ketahanan Pangan Runding Indonesia, Alief Firman Tri Rustandi, menyampaikan apresiasi dan rasa kehormatan atas undangan yang diberikan oleh Pemuda Tani Indonesia bersama Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara dalam kegiatan workshop yang membahas strategi penguatan kelembagaan, digitalisasi sektor peternakan, serta integrasi industri peternakan ayam sebagai bagian dari agenda besar ketahanan pangan nasional.
Dalam keterangannya kepada tangganalar.web.id, Alief menegaskan bahwa workshop tersebut merupakan forum strategis yang tidak hanya memperkuat kapasitas teknis, tetapi juga membangun fondasi kelembagaan yang kokoh sebagai prasyarat utama transformasi sektor peternakan Indonesia.
“Kami memandang workshop ini sebagai langkah konkret dalam membangun ekosistem peternakan nasional yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan. Penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta integrasi teknologi digital merupakan kunci utama dalam memastikan ketahanan pangan Indonesia di masa depan,” ujar Alief Firman Tri Rustandi.
Workshop tersebut menekankan pentingnya dimensi kelembagaan dalam pembangunan sektor peternakan dan pertanian, khususnya dalam memastikan pembagian peran yang jelas antara pemerintah, regulator, industri, dan masyarakat. Penguatan kapasitas organisasi, mitigasi risiko kelembagaan, serta koordinasi lintas sektor menjadi faktor krusial dalam menjamin keberhasilan program pembangunan berbasis peternakan.
Selain itu, digitalisasi sektor peternakan menjadi salah satu fokus utama pembahasan. Pemanfaatan teknologi informasi, termasuk platform digital, sistem pencatatan usaha, dan marketplace, dipandang sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan daya saing industri peternakan nasional, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi peternak lokal.
Workshop ini juga mengulas program integrasi industri peternakan ayam secara nasional yang melibatkan pemerintah, BUMN, investor, serta peternak rakyat. Program tersebut mencakup pembangunan infrastruktur peternakan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk fasilitas produksi pakan, kandang modern, cold storage, dan unit pengolahan hasil ternak. Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan produksi nasional, menciptakan lapangan kerja dalam skala besar, serta mendorong pemerataan ekonomi di luar Pulau Jawa.
Menurut Alief, salah satu aspek paling penting dari transformasi sektor peternakan adalah pemberdayaan sumber daya manusia, khususnya generasi muda.
“Keterlibatan generasi muda melalui organisasi seperti Pemuda Tani Indonesia merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan ketahanan pangan nasional. Penguatan kapasitas, pendampingan, dan integrasi generasi muda ke dalam ekosistem peternakan modern akan menentukan keberlanjutan sektor ini dalam jangka panjang,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa pembangunan sektor peternakan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi multipihak yang kuat dan berkelanjutan, termasuk lembaga pelatihan seperti BBPKH Cinagara yang memiliki peran strategis dalam meningkatkan kompetensi teknis dan profesionalisme pelaku sektor peternakan.
Lembaga Ketahanan Pangan Runding Indonesia, lanjut Alief, berkomitmen untuk terus mendukung berbagai inisiatif kolaboratif yang berorientasi pada penguatan kelembagaan, modernisasi industri peternakan, serta pemberdayaan peternak dan generasi muda sebagai aktor utama ketahanan pangan nasional.
Workshop ini diharapkan menjadi katalisator dalam mempercepat transformasi sektor peternakan Indonesia menuju sistem yang lebih modern, inklusif, dan berdaya saing global, sekaligus memperkuat fondasi kedaulatan pangan nasional secara berkelanjutan.
.png)
Komentar
Posting Komentar