Jakarta, 17 Februari 2026— Sejumlah pelajar dari berbagai negara menilai Bahasa Indonesia memiliki peran strategis sebagai fondasi diplomasi budaya Indonesia dalam forum International Youth Discussion yang digelar oleh Ruang Upgrading Indonesia.
Pelajar Indonesia, Abu Bakar Sabirin, menyampaikan bahwa kesadaran berbahasa Indonesia merupakan fondasi penting dalam membangun diplomasi budaya Indonesia di tingkat internasional. Menurutnya, bahasa berfungsi sebagai medium penyampai nilai dan identitas bangsa.
Sementara itu, pelajar asal Malaysia, Nurul Athirah binti Mohamad Khalid, menilai Bahasa Indonesia memiliki identitas tersendiri meskipun berakar dari bahasa Melayu. Identitas tersebut terbentuk melalui proses sejarah dan dinamika sosial yang panjang.
Pandangan tersebut diperkuat oleh pelajar asal Turkmenistan, Jepbargeldi Bayramov, yang menyebut bahwa mempelajari Bahasa Indonesia juga berarti mempelajari budaya Indonesia, termasuk nilai, kebiasaan, dan cara pandang masyarakatnya.
Forum diskusi ini dipandu oleh Elok Azkiyatun Nafsiyah, Bendahara Lembaga Kebudayaan Runding Indonesia, yang bertindak sebagai pembawa acara. Diskusi berlangsung secara interaktif dengan Ardhan Joan Ramadhan sebagai moderator.
Melalui forum ini, para peserta menegaskan bahwa Bahasa Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai bahasa nasional, tetapi juga memiliki potensi sebagai jembatan dialog budaya dan instrumen diplomasi di tingkat global melalui peran aktif generasi muda.
.png)
.png)
Komentar
Posting Komentar