Ketua DEMA FSH UIN Jakarta Apresiasi International Youth Discussion: Bahasa sebagai Kekuatan Budaya dan Diplomasi
Jakarta, 17 Februari 2026 — Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (DEMA FSH) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dimas Saputra, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya International Youth Discussion sebagai ruang dialog strategis bagi generasi muda lintas negara dalam memperkuat pemahaman global, solidaritas, dan kerja sama antarbangsa.
Dalam pernyataannya, Dimas menegaskan bahwa forum diskusi internasional seperti ini memiliki peran penting dalam membentuk kesadaran kritis pemuda terhadap isu-isu global, sekaligus menjadi medium pertukaran gagasan yang berakar pada nilai budaya dan kemanusiaan universal.
“International Youth Discussion bukan sekadar ruang bertukar pikiran, tetapi juga wadah membangun diplomasi berbasis pemuda. Di dalamnya, bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, melainkan sebagai kekuatan budaya yang merepresentasikan identitas, nilai, dan cara pandang suatu bangsa,” ujar Dimas.
Ia menambahkan bahwa bahasa memiliki peran strategis dalam diplomasi kultural (cultural diplomacy), karena mampu menjembatani perbedaan latar belakang sosial, politik, dan kebudayaan. Melalui bahasa, dialog dapat dibangun secara setara, inklusif, dan berorientasi pada perdamaian.
Menurutnya, keterlibatan pemuda Indonesia dalam forum internasional merupakan langkah penting untuk memperkenalkan nilai-nilai kebudayaan Indonesia yang menjunjung tinggi toleransi, keberagaman, dan musyawarah. Hal ini sejalan dengan peran pemuda sebagai agen perubahan (agent of change) dan duta budaya bangsa di tingkat global.
DEMA FSH UIN Jakarta, lanjut Dimas, mendukung penuh inisiatif-inisiatif dialog internasional yang mendorong kolaborasi lintas negara serta memperkuat posisi pemuda sebagai aktor strategis dalam pembangunan peradaban dunia yang berkeadilan dan berkelanjutan.
“Harapannya, diskusi internasional semacam ini dapat terus berlanjut dan melahirkan kerja sama nyata, sekaligus memperkuat diplomasi pemuda berbasis budaya dan nilai kemanusiaan,” tutupnya.
.png)
Komentar
Posting Komentar