Jakarta,
12 Februari 2026 —
Pustaka Institute berkolaborasi dengan Ruang Upgrading Indonesia
menyelenggarakan kegiatan Diskusi Santai bertajuk “Pentingnya
Ketahanan Pangan Nasional untuk Hadapi Ancaman Global” pada Rabu (12/2) di
Jakarta Connection, Jakarta Selatan. Kegiatan ini menjadi ruang dialog
strategis yang mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, lembaga riset, dan
organisasi masyarakat sipil.
Diskusi
menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Andra Bani Sagalane, S.H., M.H.,
Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Pangan; Ali Rif’an, S.Pd., M.Si.,
Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia; Dr. Rasmito, S.Pd., M.Pd.,
Direktur Eksekutif Human Studies Institute; Rahmat Sholeh, S.E., Direktur
Eksekutif Pustaka Institute; serta Ananda Bahri Prayudha, M.Si., Dewan
Pengurus Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia. Acara dipandu oleh Dini
Rifda Kamilah sebagai Master of Ceremony dan dimoderatori
oleh Muhamad Riyadh Fadil, S.Pd.
Dalam
diskusi tersebut, ketahanan pangan dipandang sebagai isu strategis nasional
yang semakin krusial di tengah dinamika global. Perubahan iklim, ketegangan
geopolitik, gangguan rantai pasok internasional, serta fluktuasi harga
komoditas dunia dinilai berpotensi memberikan dampak langsung terhadap
stabilitas pangan dan kesejahteraan masyarakat.
Andra
Bani Sagalane menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan nasional membutuhkan
sinergi lintas sektor dan lintas level pemerintahan. Menurutnya, kebijakan
pangan harus dirancang secara berkelanjutan, berbasis data, serta berorientasi
pada penguatan produksi dalam negeri dan perlindungan terhadap petani.
Sementara
itu, Ali Rif’an memaparkan hasil survei yang menunjukkan bahwa isu ketersediaan
dan keterjangkauan pangan menjadi salah satu perhatian utama publik. Ia menilai
bahwa stabilitas pangan memiliki korelasi kuat dengan tingkat kepercayaan
masyarakat terhadap kebijakan pemerintah.
Di
sisi lain, Ananda Bahri Prayudha menekankan peran strategis petani sebagai
aktor utama ketahanan pangan, yang harus didukung melalui kebijakan yang adil
dan berpihak.
Direktur
Eksekutif Pustaka Institute, Rahmat Sholeh, menyampaikan bahwa kolaborasi
dengan Ruang Upgrading Indonesia dalam kegiatan ini merupakan bagian dari
komitmen bersama untuk menghadirkan ruang diskusi yang kritis, inklusif, dan
solutif. Ia berharap forum ini dapat melahirkan gagasan dan rekomendasi
strategis bagi penguatan ketahanan pangan nasional.
Kegiatan
yang berlangsung sejak pukul 14.00 WIB tersebut diikuti oleh mahasiswa,
akademisi, aktivis, serta pemerhati kebijakan publik. Diskusi berlangsung
dinamis dengan partisipasi aktif peserta dalam sesi tanya jawab.
Melalui
kegiatan ini, Pustaka Institute dan Ruang Upgrading Indonesia menegaskan
komitmennya untuk terus mendorong dialog kebijakan dan kolaborasi lintas sektor
sebagai upaya memperkuat ketahanan nasional, khususnya dalam menghadapi
tantangan global di bidang pangan.
.png)
Komentar
Posting Komentar